Sebanyak lebih dari 150 siswa kelas X Fase E bersama pengurus OSIS-MPK mengikuti pelatihan menulis kreatif dan ilmiah di aula SMAN 5 Payakumbuh. Kegiatan ini digelar sebagai bagian dari upaya sekolah dalam membangun budaya literasi yang kuat sejak dini.
Pelatihan dibuka oleh Kepala Sekolah, Drs. H. Erwin Satriadi, M.Pd., yang menekankan pentingnya literasi sebagai fondasi berpikir kritis dan ekspresi diri di era digital. Ia menyampaikan harapan besar agar kegiatan semacam ini menjadi pemicu lahirnya minat menulis yang berkelanjutan di kalangan siswa.
Sebagai narasumber, sekolah menghadirkan Ayu K. Ardi, Pemimpin Redaksi Majalahelipsis.id, yang dikenal aktif membimbing generasi muda dalam dunia tulis-menulis, baik sastra maupun karya ilmiah. Dengan pengalamannya, ia berhasil membawa suasana pelatihan yang ringan namun padat makna, meski durasinya singkat.

Kegiatan dibagi dalam tiga sesi utama. Di awal, siswa diajak masuk ke suasana belajar yang tenang melalui musik dan refleksi diri, dilanjutkan dengan pendekatan motivasi yang menghubungkan manfaat menulis dengan kehidupan sehari-hari. Sesi kedua berfokus pada teknik dasar menulis berbagai genre — puisi, cerita pendek, naskah drama, hingga esai ilmiah — dengan penjelasan praktis dan contoh konkret.
Puncak pelatihan adalah sesi praktik kreatif, di mana siswa mencoba membuat blackout poetry — mengubah potongan berita koran menjadi puisi visual hanya dengan coretan dan warna. Suasana aula pun hidup: serius tapi santai, penuh diskusi, tawa, dan rasa penasaran. Icebreaking di sela-sela sesi juga membantu menjaga energi peserta tetap tinggi hingga akhir acara.
Sebagai penutup, seluruh peserta menyanyikan lagu “Sang Juara” bersama-sama — sebuah simbol semangat bahwa setiap siswa memiliki potensi untuk unggul, tidak hanya dalam kompetisi, tapi juga dalam perjalanan pribadinya.
Banyak siswa mengaku baru menyadari bahwa menulis bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan sekaligus bermakna. Beberapa di antaranya bahkan mulai merencanakan proyek menulis pribadi, seperti novel atau kumpulan puisi, sebagai kelanjutan dari inspirasi yang didapat hari itu.
Guru-guru pendamping juga melihat kegiatan ini sebagai langkah awal yang penting. Bukan hanya soal teknik menulis, tapi tentang bagaimana siswa mulai berani mengekspresikan gagasan, merangkai kata, dan menemukan suara mereka sendiri melalui tulisan.
SMAN 5 Payakumbuh berkomitmen menjadikan literasi sebagai bagian tak terpisahkan dari proses pembelajaran. Karena di balik setiap tulisan, ada proses berpikir, ada keberanian, dan ada masa depan yang sedang dibentuk.












Leave a Reply